Sabtu, 19 Desember 2015

KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH, PROSES PENYUSUNAN KARYA ILMIAH, DAN RANCANGAN USULAN PENELITIAN



TUGAS BULAN KETIGA

1.                  KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH
2.                  PROSES PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH
3.                  RANCANGAN USULAN PENELITIAN





NAMA       : RAMADHAN AHMAD
NPM           : 27213235
KELAS      : 3EB07



DAFTAR ISI

   A.   KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH……….........(3)
1.     Pengertian Laporan……………………………….…….(3)
2.     Dasar membuat laporan ilmiah…………………………(3)
3.     Sistematika Laporan Ilmiah…………………………….(4)

   B.   PROSES PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH…..(6)
1.     Tahap-tahap penyusunan ilmiah…………….………….(6)

   C.   RANCANGAN USULAN PENELITIAN……………….(6)
1.     Pengertian………………………………………………(6)

   D.   DAFTAR PUSTAKA……………………………………..(10)








   A.   KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH

1.   Pengertian Laporan
Laporan ilmiah merupakan laporan dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti dengan mengguanakan gaya bahasa yang digunakan disesuaikan dengan jenis sasaran peneliti yaitu sesame kolega ilmuan,kepada para pembuat keputusan, ataupun kepada masyarakat umum,serta berfungsi sebagai alat komunikasi antara peneliti dengan pembaca.

2. Dasar Membuat Laporan Ilmiah
Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya
1.       Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.

2.       Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.

3.       Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.

4.       Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.

5.       Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.

3. Sistematika Laporan Ilmiah
Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap. Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas :
1.       Bagian Awal
·         Hal-hal yang termasuk bagian awal adalah :
·         Halaman sampul
·         Halaman judul
·         Abstrak
·         Kata Pengantar
·         Daftar Isi
·         Daftar Gambar
·         Daftar Lampiran

   2.       Bagian Inti
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
B.    Identifikasi Masalah
C.    Pembatasan Masalah      
D.   Perumusan Masalah
E.    Kegunaan Penelitian
F.    Definisi Operasional

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.   Kajian pustaka setiap variabel
B.    Hipotesis (jika ada)
BAB III METODE PENELITIAN
A.   Rancangan Penelitian
B.    Tempat dan Waktu Penelitian
C.    Populasi dan Sampel Penelitian
D.   Metode Penelitian
E.    Instrumen Penelitian
F.    Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.   Deskripsi Hasil Penelitian
B.    Uji Prsayarat Analisis
C.    Pengujian Hipotesis
D.   Pembahasan hasil penelitian

BAB V KESIMPULAN
A.   Kesimpulan
B.    Implikasi
C.    Saran
  3.  Bagian Akhir
-          Daftar Pustaka
-          Lampiran
-          Riwayat Hidup Penulis



   B.   PROSES PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH  
1.      Tahap-tahap Penyusunan Makalah
A.        Persiapan
·         mengumpulkan dan membaca buku-buku untuk memilih dan menentukan topik.
·         membaca buku-buku untuk memperluas pengetahuan yang berhubungan dengan topik yang telah terpilih.
·         mengembangkan kerangka makalah

B.        Penulisan
      Kegiatan pengembangan kerangka makalah menjadi sebuah makalah.
C.        Pemeriksaan (Revisi)
      Pemeriksaan terhadap isi dan penggunaan  kata, kalimat, ejaan, dan
      tanda baca.
D.        Pertimbangan dalam memilih topik yaitu :
·         topik harus bermanfaat
·         menarik dan sesuai dengan minat penulis
·         topik harus dikuasai penulis
·         tersedia sumber-sumber informasi dan bacaan


   C.   RANCANGAN USULAN PENELITIAN
   1.      Pengertian
Rancangan usulan penelitian adalah langkah yang paling awal dalam proses penyusunan penelitian. Usulan penelitian adalah langkah berikutnya, dan makalah adalah hasil akhirnya.
Rancangan  usulan penelitian ini memberi gambaran secara menyeluruh tentang pokok masalah yang hendak diteliti, teori dan konsep serta data yang dipakai untuk melakukan penelitian; cara penelitian dilakukan dan hasil yang diharapkan akan dicapai. Rancangan usulan penelitian ini dipakai untuk menilai apakah seorang itu bisa mulai melakukan penelitian secara mandiri.
Rancangan usulan penelitian terdiri dari 3 bagian pokok :
a. Bagian Awal
(-) Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.
Ditulis dengan huruf kapital, judul harus “ekspressif”, singkat tetapi informatif, yaitu menunjukkan dengan tepat masalah yang akan diteliti, dibawah judul ditulis kalimat “rancangan usulan penelitian untuk……. (skripsi, tesis, laporan dll)

(-) Identitas penyusun rancangan.
Didahului dengan kata oleh lalu ditulis nama peneliti, atau identitas lainnya yang dianggap penting

(-) Tanggal pengajuan rancangan
Didahului dengan kalimat “ diajukan kepada ….., pada tanggal….

b. Bagian Utama
(-) Perumusan masalah
Berisi tengtang penjelasan mengapa masalah yang dikemukan dalam judul dianggap menarik, penting, dan perlu di teliti. Dalam perumusan masalah perlu bukti bahwa masalah itu belum ada jawabannya atau pemecahannya(yang memuaskan) dalam perumusan masalah juga dikemukakan konteks masalah itu dengan permasalahan lain. Unsur pokok perumusan masalah ini sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :

(-) Penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.

Beberapa bukti bahwa masalah tersebut belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.
Letak masalah yang akan diteliti itu dalam konteks permasalahan yang lebih besar.
Tujuan dan kegunaan penelitian.
Secaa eksklusif dan spesifik harus diseebutkan maksud dan tujuan penelitian, kegunaan dan arti pentingnya hasil penelitian yang diharapkan.
(-) Kerangka pemikiran teoritis.
Dalam bagian ini dikemukakan tengtang garis-garis besar pemikiran teoritis sedemikian sehingga jelas “pokok permasalahan”nya.  Kerangka pemikiran yang logis itu dapat pula disusun berdasarkan hasil observasi lapangan atau dari pertemuan ilmiah
(-) Hipotesis kerja
Tidak semua penelitian memiliki hipotesis tetapi jika penelitian itu ada hipotesis, maka hipotesis harus dirumuskan dengan tepat, singkat, jelas dalam kalimat berita atau “kalimat deklaratif”
(-) Metode penelitian.
Dalam metode penelitian disebutkan beberapa maslah, yaitu :

(-) Penentuan subjek penelitian, penentuan sampel yang akan dugunakan, penentuan ‘ sampling design’  yang akan dipakai, dan teknik pengambilan sampel

Metode pengumpulan data, alat pengukuran, dan cara pengukuran semuannya ditulis secara jelas. Bahan yang akan dipakai (bahan kimia, obat-obatan dan sebagainya) perlu disebutkan spesipikasinya dan pabrik yang mengeluarkan jika ada, bila bahan berupa hewan disebutkan ras, jenisnya dan asalnya dan sedemikian juga jika bahannya adalah tumbuhan. Dalam bagian ini perlu disebutkan alat perlengkapan untuk laboratorium atau untuk lapangan yang akan dipakai. Teknik atau model analisis (statistik) yang akan dipakai dan perlu dijelaskan mengapa memakai metode statistik tersebut. Jika perlu disertakan rancangan untuk menerima atau menolak hipotesis dengan menggunakan hipotesis nihil
(-) Jadwal penelitian.
Dalam bagian ini perlu pertimbangan kelayakannya, jadwal penelitian perlu dibagi-bagi berdasarkan tahap-tahap penelitian (hari, minggu, dan bulan) Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya. Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

(-) Tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan.
Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan bulan. Rincian kegiatan untuk tahap masing-masing.
c. Bagian Akhir
(-)  Daftar pustaka
Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian.



DAFTAR PUSTAKA


Kamis, 05 November 2015

KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH, METODE ILMIAH, DAN PENYUSUNAN SINTESIS



TUGAS BULAN KEDUA

1.                  KARANGAN ILMIAH dan NON ILMIAH
2.                  METODE ILMIAH
3.                  PENYUSUNAN SINTESIS




NAMA       : RAMADHAN AHMAD
NPM          : 27213235
KELAS      : 3EB07



DAFTAR ISI
   1.      Pengertian Karya Tulis Ilmiah……………………………....….(3)
a.       Ciri-ciri karya Tulis Ilmiah.……………………………………...…(3)
b.      Syarat Karya Tulis Ilmiah………………………….……………....(4)
   2.      Pengertian Karya Tulis Non Ilmiah………………….…...(5)
a.       Ciri-ciri Karya Tulis Non Ilmiah……………………………………(5)
  3.     Pengertian Metode Ilmiah…………………………………..(6)
a.     Langkah-langkah Metode Ilmiah…………………………(6)
  4.     Penyusunan Sintesis…………………………………………(6)
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………….(8)













  1.     Pengertian Karya Ilmiah
Bahwa yang dimaksud karya ilmiah adalah suatu karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis, berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah.
  A.   Ciri Karya Ilmiah
Tidak semua karya yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini:
1. Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2. Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3. Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

4. Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

6.  Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
7.  Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.
Jenis-jenis karya ilmiah adalah : Paper (Karya Tulis), Skripsi, Thesis, Disertasi.

   B.   Syarat Karya Ilmiah
    Berikut ini adalah syarat-syarat karya ilmiah :
·         Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
·         Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
·         Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
·         Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
·         Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandungdalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
·         Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).
   2.     Karya Tulis Non-ilmiah
    Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
    a.      Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah :    
·         ditulis berdasarkan fakta pribadi
·         fakta yang disimpulkan subyektif,
·         gaya bahasa konotatif dan populer,
·          tidak memuat hipotesis,        
·         penyajian dibarengi dengan sejarah
·         bersifat imajinatif,
·         situasi didramatisir,
·         bersifat persuasive
·         tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.

3.     Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.
   a.     Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
  1. Merumuskan masalah.
  2. Merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data.
  4. Menguji hipotesis.
  5. Merumuskan kesimpulan.
   4.     PENYUSUNAN SINTESIS
Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus.”
Dalam perspektif lain “sintesis” merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatakan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Kata kerja operasional yang dapat digunakan adalah mengategorikan, mengombinasikan, menyusun, mengarang, menciptakan, mendesain, menjelaskan, mengubah, mengorganisasi, merencanakan, menyusun kembali, menghubungkan, merevisi, menyimpulkan, menceritakan, menuliskan, mengatur.. Metode Sintesis Melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun satu pandangan dunia.



















DAFTAR PUSTAKA