TUGAS
BULAN KEDUA
1.
KARANGAN ILMIAH dan NON ILMIAH
2.
METODE ILMIAH
3.
PENYUSUNAN SINTESIS
NAMA :
RAMADHAN AHMAD
NPM :
27213235
KELAS :
3EB07
DAFTAR
ISI
1. Pengertian
Karya Tulis Ilmiah……………………………....….(3)
a.
Ciri-ciri
karya Tulis Ilmiah.……………………………………...…(3)
b.
Syarat Karya Tulis
Ilmiah………………………….……………....(4)
2. Pengertian
Karya Tulis Non Ilmiah………………….…...(5)
a.
Ciri-ciri
Karya Tulis Non Ilmiah……………………………………(5)
3.
Pengertian Metode Ilmiah…………………………………..(6)
a.
Langkah-langkah
Metode Ilmiah…………………………(6)
4.
Penyusunan Sintesis…………………………………………(6)
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………….(8)
1.
Pengertian Karya Ilmiah
Bahwa yang dimaksud karya ilmiah
adalah suatu
karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis,
berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah.
A.
Ciri Karya Ilmiah
Tidak semua karya yang ditulis
secara sistematis dan berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah
sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini:
1. Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada
setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya,
tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan
bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat
mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2. Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada
setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu
baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu,
pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi
pembaca perlu dihindarkan.
3. Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya
ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu,
misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara
demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
4. Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari
pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau
bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif;
sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan
pola deduktif.
5. Menyajikan fakta (bukan emosi
atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau
simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena
itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang
berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang
mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya
dihindarkan.
6. Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang
digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit
(langsung tepat menuju sasaran).
7. Bahasa yang digunakan
adalah ragam formal.
Jenis-jenis
karya ilmiah adalah : Paper (Karya Tulis), Skripsi, Thesis, Disertasi.
B.
Syarat Karya Ilmiah
Berikut ini adalah syarat-syarat karya ilmiah :
·
Karya tulis
ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
·
Keindahan karya
tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
·
Alur pikir
dituangkan dalam sistematika dan notasi.
·
Karya tulis
ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun
mendukung alur pikir yang teratur.
·
Karya tulis
ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandungdalam hakikat ilmu
dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
·
Karya tulis
ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi
(lukisan) dan argumentasi (alasan).
2.
Karya Tulis Non-ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta
pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari,
bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya
bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
a. Ciri-ciri karya
tulis non-ilmiah :
·
ditulis
berdasarkan fakta pribadi
·
fakta yang
disimpulkan subyektif,
·
gaya bahasa
konotatif dan populer,
·
tidak memuat
hipotesis,
·
penyajian
dibarengi dengan sejarah
·
bersifat
imajinatif,
·
situasi
didramatisir,
·
bersifat
persuasive
·
tanpa dukungan
bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel,
drama, dan roman.
3.
Pengertian
Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific
method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara
sistematis,empiris, dan terkontrol.
a.
Langkah-Langkah
Metode Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan
secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus
dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan
dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode
ilmiah adalah sebagai berikut:
- Merumuskan masalah.
- Merumuskan hipotesis.
- Mengumpulkan data.
- Menguji hipotesis.
- Merumuskan kesimpulan.
4.
PENYUSUNAN SINTESIS
Sintesis
diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen
yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai
kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran
induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh
kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) sintesis
diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan
kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang
khusus.”
Dalam
perspektif lain “sintesis” merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan
menyatakan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk
pola baru yang lebih menyeluruh. Kata kerja operasional yang dapat digunakan
adalah mengategorikan, mengombinasikan, menyusun, mengarang, menciptakan,
mendesain, menjelaskan, mengubah, mengorganisasi, merencanakan, menyusun kembali,
menghubungkan, merevisi, menyimpulkan, menceritakan, menuliskan, mengatur..
Metode Sintesis Melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh
untuk menyusun satu pandangan dunia.
DAFTAR PUSTAKA

0 komentar:
Posting Komentar