Senin, 01 Desember 2014

Kutipan Fans Sepakbola




Sepakbola memang tidak ada henti-hentinya untuk dibicarakan oleh pengamat, pelatih, dan masyarakat umum lainnya termasuk saya. Padahal pada awalnya sebenarnya saya kurang menyukai yang namanya olahraga loh termasuk sepakbola. Awalnya saya mulai menyukai olahraga tersebut sejak kelas 3 SMP (lah kok bisa?), bisa di bilang telat dalam menyukai suatu hal, oleh karena itulah teman-teman sewaktu kecil saya selalu meledeki saya karena tidak menyukai sepakbola, memang pada awalnya saya berpikir kalo olahraga merupakan hal yang membosankan dan melelahkan. Tetapi semua berubah saat Negara api menyerang*, (eh salah haha),   maksudnya semua berubah saat saya menginjak kelas 3 SMP tepatnya pada saat ajang 4 tahunan Piala Dunia 2010 ( kira-kira masa peralihan dari SMP ke SMA-lah). 

Dari sejak itulah saya menjadi lebih mengerti tentang apa itu bola hehe, yang menjadi pertanyaan adalah kok bisa yaah? Yang awalnya saya tidak menyukai sepakbola tetapi dengan adanya ajang tahunan tersebut saya berubah 180 derajat menyukai sepakbola?, yaah begitulah sob inilah kehidupan yang begitu misteri sama halnya ketika menyukai seorang wanita yang awalnya kita lihat biasa, kini menjadi luar biasa (asik gayanya *eeaa), tapi sayang sob kehidupan saya begitu kurang mulus dengan wanita, saya menyukai seseorang, tapi dia tidak merespon saya dengan baik* (kok malah nge-galau yaah?? Hahahahaha).

Yaudah kita bahas sepakbola lagi diantara berbagai macam liga di dunia ini kebanyakan orang pasti menyukai liga Inggris karena dianggap kompetitif daripada liga lainnya, namun ada satu liga yang dianggap unik menurut saya, karena menurut dari berbagai sumber kalau liga itu membosankan dan tentunya hanya ada satu klub yang mampu merajai klub tersebut. Ngomong-ngomong siapa ya klub tersebut? Yang pasti semua orang pasti menyebut satu nama yaitu Bayern Muenchen, klub yang berdiri tahun 1900-an ini memang sudah menyabet 24 gelar juara Bundesliga, 5 gelar liga Champion dan 16 gelar juara DFB Pokal.

Dari semua ajang yang diikuti, Muenchen mengungguli semua klub Bundesliga dengan gelar terbanyak di liga domestic, oleh sebab itu memang layak sih kalau Muenchen dianggap klub yang memonopoli Bundesliga, karena tidak dapat di saingi oleh klub Bundeliga lainnya, kalau begini sih mlebih baik Muenchen pindah liga sajalah ke klub liga Inggris yang dianggap kompetitif daripada Bundesliga yang dianggap kurang kompetitif dan cenderung membosankan. Nah dalam tulisan saya inilah saya akan mengulas sedikit klub yang merupakan klub pecahan dari TSV Muenchen 1879 tersebut.

     1.     Sejarah Klub

Sejarah panjang Muenchen berawal pada tahun 1900-an, ketika sebanyak 11 pemain asal MTV Muenchen 1879 memutuskan keluar dan membentuk klub sendiri. Di bawah pimpinan Franz John FC Bayern Muenchen didirikan  , dalam beberapa bulan saja Der FCB saja sudah mampu mengungguli semua rival local dan mencapai semifinal South German Championship (dasar klub mental juara hehehe) di musim 1900-1901. 

Pada musim 1910-1911, FCB bergabung dengan Kriesliga, yaitu liga local pertama Bavaria dan memenangi musim pertama mereka di sana. Namun sayangnya, kemenangan itu menjadi gelar terakhirnya hingga Perang Dunia I terjadi dan semua kegiatan persepakbolaan Jerman harus di hentikan.

Beberapa tahun setelah perang berakhir, Bayern Muenchen kembali memenangi beberapa kompetisi regional. Pada 1926, mereka memenangi beberapa kompetisi untuk pertama kalinya. Lalu mereka menang lagi 2 tahun kemudian, Bayern Muenchen berhasil meraih gelar juara untuk pertama kalinya pada 1932, di bawah komando Richard Kohn.

Pada saat Jerman memasuki zaman Nazi, dari saat itulah terjadi berbagai banyak masalah internal dalam klub, karena banyaknya pimpinan, pelatih, dan pemain Muenchen yang di tangkap oleh tentara Jerman, karena berdarah Yahudi.  Setelah perang usai, Bayern pun bergabung dengan Oberliga Sud, dan mengalami pasang-surut, bayangkan saja pernah mengalami degradasi dan memenangi DFB-Pokal untuk pertama kalinya pada tahun 1956, dan terus seperti itu hingga sekarang.
     
     2.     Membajak Pemain Klub Lain

Walaupun Bayern Muenchen mengharumkan nama Jerman pada liga antar klub Eropa, namun hingga saat ini banyak masyarakat Jerman membenci klub yang berjuluk Die Roten tersebut (lah kok bisa?). Alasan yang kuat adalah Bayern selalu mengambil pemain andalan dari klub sesama Bundesliga lainnya, sehingga klub yang menjadi saingan terkuat Bayern Muenchen tersebut menjadi tidak mempunyai pemain andalan lagi, sehingga klub tersebut menjadi loyo dan tidak mampu lagi mengarungi kompetisi dan tidak lagi menjadi saingan utama klub Bayern Muenchen.

Memang sih kalau fakta itu berbicara, jangan di lihat dari jauh contohnya klub Borussia Dortmund yang di musim 2010-2011 merupakan klub yang sangat sulit di kalahkan oleh Bayern Muenchen kini menjadi klub loyo di liga domestic yang saat ini bertengger di peringkat ke-16 dalam klasemen sementara Bundesliga di musim 2014-2015. Banyak orang berpendapat dan menyalahkan bahwa Munchen-lah yang menjadi penyebab loyonya klub asal kota Dortmund tersebut. Memang kita lihat pemain andalan Dortmund seperti : Mario Goetze dan Robert Lewandownski hjrah ke klub rival dan membuat pemain tersebut meninggalkan lubang yang sangat besar di set position skuad Dortmund (lubang yang besar juga di hati fans Dortmund dan Jurgen Klopp). 

Di musim 2013-2014 Muenchen membeli Mario Goetze dengan mahar 31 Juta Euro dan Robert Lewandownski di musim 2014-2015 dengan mahar 12 Juta Euro dan menurut kabar yang beredar juga di transfer musim dingin Januari nanti pemain andalan Dortmund lainnya yaitu Marco Reus akan segera berlabuh ke klub Rival dan jelas akan membuat Dortmund menjadi hancur secara perlahan.
Memang hal ini pun tidak dilarang oleh pihak UEFA dan FIFA, karena dianggap wajar suatu klub mendatangkan pemain baru di setiap musimnya sekalipun pemain tersebut berasal dari klub rival ataupun klub yang berseberangan dengan klub tersebut. Lagipula menurut orang awam yang membuat suatu klub berjaya yaitu semangat, tanpa semangat suatu klub tentu akan terus berjalan di tempat dan tidak dapat maju sebab semangat, tekad dan kerja keras-lah kunci sebuah kesuksesan.

     3.     Kesimpulan

Well, memang kalau kita telisik lebih dekat Muenchen bisa di bilang klub yang bertabur bintang dan uang banyak orang yang bercakap bahwa uang merubah sesuatu hal menjadi mungkin. Sama seperti Manchester City yang menjadi klub yang di perhitungkan setelah bertabur banyak uang dan menghasilkan 2 gelar liga Inggris. Begitu pula di Jerman ketika uang berbicara maka sesuatu hal bisa menjadi mungkin, kalau dibiarkan terus begini maka Bundesliga akan menjadi klub yang membosankan dan terancam dalam segi financial, diantaranya adalah pihak sponsor akan menyetop bantuan dalam bentuk dana ke klub Bundesliga karena dianggap sudah sepi peminat. 

Walaupun begitu memang Jerman merupakan liga yang kurang kompetitif namun timnas mereka mampu menyabet jawara Piala Dunia 2014, berbeda dengan Inggris yang memiliki liga paling kompetitif, namun berbeda terbalik dengan timnas mereka yang tersingkir di fase grup Piala Dunia 2014 dan hampir sejak jawara Piala Dunia 1966 Inggris jarang mengangkat tropi Piala Dunia. Yaahh begitulah kawan inilah kehidupan cukup adil bukan? Kalau menurut pepatah orang awam “bagaikan Langit dan Bumi” (kalau menurut saya sih “bagaikan Langit dan Dasar sumur”. *dalem banget dong, wkwkwkwwk).

Ya sudahlah kawan itu saja cerita yang saya ingin sampaikan, nanti kapan-kapan saya akan bercerita lagi entah cerita dari kehidupan saya sendiri ataupun orang lain hehe. Kalau perlu nanti saya angkat yak tulisan-tulisan saya dalam bentuk novel (yaelah mimpinya terlalu tinggi, wkwkwkwk :D). 

Jumat, 17 Oktober 2014

Dampak Pengurangan Subsidi BBM


            Hingga saat ini persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi belum terselesaikan dengan baik dan tuntas. Karena terjadi beberapa perubahan, minimal tiga hal, yaitu harga minyak mentah yang kian melonjak, kurs rupiah yang ber-fluktuaktif, dan volume konsumsi kian meningkat pasti akan menyisakan persoalan pada besaran subsidi yang akan digelontorkan dari APBN. Logika matematika ekonominya sederhana jika harga minyak naik, nilai rupiah menurun, dan volume konsumsi yang makin meningkat, belanja subsidi akan membengkak, sehingga membebani APBN.

Ketika pendapatan negara tak mampu menyokong belanja negara, maka pemerintah akan mengorbankan belanja modal dengan mengurangi belanja modal dengan mengurangi alokasi anggarannya atau menumpuk utang untuk menambah kekurangan beban subsidi dengan menjual obligasi negara dan sukuk.
       
      1.      Mengkaji Subsidi BBM

Timbulnya persoalan subsidi, karena konsekuensi dari kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi kepada masyarakat pada BBM tertentu seperti premium, minyak tanah, & LPG 3 Kg dengan memberikan selisih harga patokan dikurangi harga eceran. Implikasinya ketika minyak mentah naik maka harga BBM yang merupakan produk minyak mentah akan naik, akibatnya harga patokan atau BPP akan naik, dan selanjutnya subsidi pun akan naik.

Selain itu, ketika volume konsumsi naik, maka subsidi pun akan ikut naik untuk mengurangi beban subsidi, pemerintah telah berkali mengajukan penyesuaian harga, dan baru berhasil pada tahun 2013. Namun demikian, dalam setiap upaya penyesuaian harga, dapat dipastikan menimbulkan kontroversi di masyarakat ada yang pro dan kontra dengan berbagai alasan yang rasional.

Pihak yang pro berpendapat bahwa penyesuaian harga perlu dilakukan karena beban subsidi telah membebani APBN dan penyalurannya tidak tepat sasaran. Disinyalir, subsidi yang seharusnya diberikan kepada golongan menengah ke bawah, golongan menengah ke ataslah yang menikmati subsidi BBM.

Sementara itu, pihak yang kontra berpendapat penyesuaian harga seharysnya tidak perlu dilakukan karena membebani biaya hidup masyarakat luas, khususnya masyarakat menengah ke bawah. Karena kenaikan BBM akan berimplikasi pada naiknya kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, papan.

       2.      Realokasi Subsidi BBM

Data kementerian ESDM menunjukkan, proporsi BBM dinikmati oleh :
1.      Pemilik mobil (53%) dibandingkan pemilik motor (47%)
2.      Masyarakat di Jawa dan di Bali (59%)
3.      Dan angkutan darat (89%)

Tercatat 25% rumah tangga berpenghasilan tertinggi menikamati 77% subsidi BBM dibandingkan dengan 25% penduduk berpenghasilan terendah yang hanya menikamati 15% subsidi BBM (Kementerian Keuangan, 2012)

Pemerintahan mendatang mesti lebih progresif dalam menyusun scenario kebijakan untuk merealisasikan subsidi BBM. Kebijakan realokasi ini tentu mesti disusun lebih komprehensif terutama dalam hal mitigas atas resikonya bagi masyarakat kurang mampu. Mitigasi resiko tersebut terkait dampaknya dan menyediakan mekanisme subsidi yang lebih menjadi buffer maupun menjaga daya beli individu atau rumah tangga pada setiap keluarga miskin.

Mitigasi resiko fiscal yang lebih komprehensif tentu lebih dahulu disiapkan sebelum memulai menjalankan scenario kebijakan realokasi subsidi BBM. Hal ini akan lebih mengurangi resiko politik akibat kenaikan BBM yang senantiasa menjadi ancaman atas popularitas pemimpin yang umumnya menjadi hal yang sensitive pada era demokrasi pemilihan langsung. Namun seharusnya ada kesadaran popularitas politik tidak mengorbankan hal yang strategis yakni efektifitas alokasi anggaran Negara untuk hal-hal yang strategis terkait masa depan Negara.

Sumber :
Koran Inspirasi Vol 5, No. 102, 10 Oktober 2014
Dina Febriani Johan, SE., MM. (hal 5)
Abdul Rahman Farisi, SE., MSE. (hal4)

Rabu, 08 Oktober 2014

Pengalaman Pribadi dengan Koperasi Sekolah



1.     Pengertian
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Inti dari koperasi adalah kerja sama, yaitu kerja sama dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mensejahterakan masyarakat Indonesia serta membantu mendorong roda perekonomian nasional.  
Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsip-prinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.
2.     Tujuan
Tujuan utama dari koperasi adalah mensejahterakan anggota pada khususnya, dan masyarakat secara umumnya. Koperasi adalah perkumpulan orang-orang, bukan perkumpulan modal sehingga laba bukan merupakan tujuan utama dari kopersi. Meskipun demikian koperasi harus diusahakan agar tidak merugi, tujuan ini pundicapai dengan karya dan jasa dari anggota koperasi.
3.     Pengalaman Pribadi
Pengalaman pribadi saya pernah saat saya menjadi anggota koperasi di sekolah saya waktu SMP dulu. Seperti tugasnya koperasi yaitu sebagai wadah untuk kebutuhan masyarakat koperasi sekolah membantu siswa-siswa di SMP saya untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya, diantaranya kebutuhan alat tulis ,seperti pensil, pulpen, dll, kebutuhan seragam sekolah, dll.
Dalam keanggotaan saya menjadi anggota, saya tidak hanya membantu dalam memenuhi kebutuhan siswa saja, tetapi saya juga ikut memberikan pelajaran mengenai koperasi kepada teman-teman saya tentang bagaimana cara menjadi pengurus dan anggota koperasi. Dalam hal ini pun perkembangan selama saya menjadi anggota cukup signifikan, karena banyak teman-teman saya mengikuti jejak saya menjadi anggota koperasi dan lebih membantu juga dalam memberikan pendidikan kepada siswa tentang manfaat koperasi.

Kamis, 03 Juli 2014

Kredit Usaha Rakyat




Adalah kredit/pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada UMKMK yang feasible tapi belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan. UMKM dan Koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain: pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam. Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung, maksudnya UMKM dan Koperasi dapat langsung mengakses KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana. Untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, maka penyaluran KUR dapat juga dilakukan secara tidak langsung, maksudnya usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/USP Koperasi, atau melalui kegiatan linkage program lainnya yang bekerjasama dengan Bank Pelaksana.
1.      Maksud dan Tujuan
Dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK), penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan yang bertujuan meningkatkan Sektor Riil dan memberdayakan UKMK. Kebijakan pengembangan dan pemberdayaan UMKMK mencakup:
 -          Peningkatan akses pada sumber pembiayaan
 -          Pengembangan kewirausahan
-           Peningkatan pasar produk UMKMK
-           Reformasi regulasi UMKMK
 Upaya peningkatan akses pada sumber pembiayaan antara lain dilakukan dengan memberikan penjaminan kredit bagi UMKMK melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tanggal 5 November 2007, Presiden meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan fasilitas penjaminan kredit dari Pemerintah melalui PT Askrindo dan Perum Jamkrindo. Adapun Bank Pelaksana yang menyalurkan KUR ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Bukopin.
2.      Skema Penyaluran
Skema Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah skema Kredit/Pembiayaan yang khusus diperuntukkan bagi UMKM dan Koperasi yang usahanya layak namun tidak mempunyai agunan yang cukup sesuai persyaratan yang ditetapkan Perbankan. Tujuan akhir diluncurkan Program KUR adalah meningkatkan perekonomian, pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.

Perguliran KUR dimulai dengan adanya keputusan Sidang Kabinet Terbatas yang diselenggarakan pad a tanggal 9 Maret 2007 bertempat di Kantor Kementerian Negara Koperasi dan UKM dipimpin Bapak Presiden RI. Salah satu agenda keputusannya antara lain, bahwa dalam rangka pengembangan usaha UMKM dan Koperasi, Pemerintah akan mendorong peningkatan akses UMKM dan Koperasi kepada kredit/pembiayaan dari perbankan melalui peningkatan kapasitas Perusahaan Penjamin. Dengan demikian UMKM dan Koperasi yang selama ini mengalami kendala dalam mengakses kredit/pembiayaan dari perbankan karena kekurangan agunan dapat diatasi.

KUR telah diluncurkan oleh Bapak Presiden RI pada tanggal 5 Nopember 2007. Peluncuran KUR merupakan upaya Pemerintah dalam mendorong Perbankan menyalurkan kreditj pembiayaan kepada UMKM dan Koperasi. Peluncuran tersebut merupakan tindaklanjut dari ditandatanganinya Nota Kesepahaman Bersama (MoU) pada tanggal 9 Oktober 2007 tentang Penjaminan Kredit/ Pembiayaan kepada UMKM dan Koperasi antara Pemerintah (Menteri Negara Koperasi dan UKM, Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, Perusahaan Penjamin (perum Sarana Pengembangan Usaha dan PT. Asuransi Kredit Indonesia) dan Perbankan (Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri). KUR ini didukung oleh Kementerian Negara BUMN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Bank Indonesia.
Berikut adalah Instansi Pembinanya:        
  1. Kementerian Negara Koperasi dan UKM
  2. Kementerian Negara Koperasi dan UKM
  3. Departemen Pertanian
  4. Departemen Kelautan dan Perikanan
  5. Departemen Perindustrian
  6. Departemen Kehutanan
  7. Instansi terkait lainnya.
Berikut adalah Skemanya:
  1. Secara umum Skema KUR yang telah disepakati Bank Pelaksana dengan Perusahaan Penjamin dan Permerintah sebagai berikut:
  2. Nilai Kredit maksimal Rp500 juta per debitur
  3. Bunga maksimal 16% per tahun (efektif)
  4. Pembagian resiko penjaminan: Perusahaan Penjaminan 70% dan Bank Pelaksana 30%.
  5. Penilaian Kelayakan terhadap usaha debitur sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Pelaksana.
  6. UMKM dan Koperasi tidak dikenakan Imbal Jasa Penjaminan (IJP)

                   3.      Latar Belakangnya
             Peran UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) selama ini diakui berbagai pihak cukup besar dalam perekonomian nasional. Beberapa peran strategis UMKM menurut Bank Indonesia antara lain : jumlahnya yang besar dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi, menyerap banyak tenaga kerja dan setiap investasi menciptakan lebih banyak kesempatan kerja, memiliki kemampuan untuk memanfaatkan bahan baku lokal dan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat luas dengan harga terjangkau. Dalam posisi strategis tersebut, pada sisi lain UMKM masih menghadapi banyak masalah dan hambatan dalam melaksanakan dan mengembangkan aktivitas usahanya. Sebenarnya masalah dan kendala yang dihadapi masih bersifat klasik yang selama ini telah sering diungkapkan, antara lain : manajemen, permodalan, Teknologi, bahan baku, informasi dan pemasaran, infrastruktur, birokrasi dan pungutan, serta kemitraan.
                   4.      Kesimpulan
           Padahal kita paham program KUR yang menjadi salah satu program andalan pemerintah seharusnya bisa menjadi katalisator dalam kebuntuan pengembangan UMKM. Niat mulia program KUR adalah memfasilitasi UMKM untuk mendapatkan pendanaan dengan suku bunga yang murah.Tapi kenyataan di lapangan suku bunga yang didapatkan UMKM masih terbilang tinggi.

5.     Saran
             Karena itu.kita harap usaha pemerintah melibatkan perbankan swasta untuk menyalurkan dana KUR bisa dibarengi dengan berbagai upaya perbaikan. Sebutlah misalnya bagaimana meminimalkan persyaratan kredit tanpa menanggalkan prinsip kehati-hatian, terutama soal jaminan. Salah satu penyebab rendahnya daya serap KUR belakangan ini karena persyaratan yang tidak bisa dipenuhi oleh pelaku UMKM. Tentu saja ganjalan pokoknya adalah tingkat suku bunga yang tidak kompetitif. Jangan heran kalau pelaku usaha kecil kembali melirik rentenir; biar bunga mencekik, tapi mudah mendapatkan pembiayaan.




Sumber:
Harian berita kota
Harian rakyat merdeka