Sepakbola
memang tidak ada henti-hentinya untuk dibicarakan oleh pengamat, pelatih, dan
masyarakat umum lainnya termasuk saya. Padahal pada awalnya sebenarnya saya
kurang menyukai yang namanya olahraga loh termasuk sepakbola. Awalnya saya
mulai menyukai olahraga tersebut sejak kelas 3 SMP (lah kok bisa?), bisa di bilang telat dalam menyukai suatu hal, oleh
karena itulah teman-teman sewaktu kecil saya selalu meledeki saya karena tidak
menyukai sepakbola, memang pada awalnya saya berpikir kalo olahraga merupakan
hal yang membosankan dan melelahkan. Tetapi semua berubah saat Negara api
menyerang*, (eh salah haha), maksudnya semua berubah saat saya menginjak
kelas 3 SMP tepatnya pada saat ajang 4 tahunan Piala Dunia 2010 ( kira-kira masa peralihan dari SMP ke SMA-lah).
Dari sejak
itulah saya menjadi lebih mengerti tentang apa itu bola hehe, yang menjadi
pertanyaan adalah kok bisa yaah? Yang awalnya saya tidak menyukai sepakbola
tetapi dengan adanya ajang tahunan tersebut saya berubah 180 derajat menyukai
sepakbola?, yaah begitulah sob inilah
kehidupan yang begitu misteri sama halnya ketika menyukai seorang wanita yang
awalnya kita lihat biasa, kini menjadi luar biasa (asik gayanya *eeaa), tapi sayang sob kehidupan saya begitu kurang mulus dengan wanita, saya menyukai
seseorang, tapi dia tidak merespon saya dengan baik* (kok malah nge-galau yaah?? Hahahahaha).
Yaudah kita
bahas sepakbola lagi diantara berbagai macam liga di dunia ini kebanyakan orang
pasti menyukai liga Inggris karena dianggap kompetitif daripada liga lainnya,
namun ada satu liga yang dianggap unik menurut saya, karena menurut dari
berbagai sumber kalau liga itu membosankan dan tentunya hanya ada satu klub
yang mampu merajai klub tersebut. Ngomong-ngomong siapa ya klub tersebut? Yang
pasti semua orang pasti menyebut satu nama yaitu Bayern Muenchen, klub yang
berdiri tahun 1900-an ini memang sudah menyabet 24 gelar juara Bundesliga, 5
gelar liga Champion dan 16 gelar juara DFB Pokal.
Dari semua
ajang yang diikuti, Muenchen mengungguli semua klub Bundesliga dengan gelar
terbanyak di liga domestic, oleh sebab itu memang layak sih kalau Muenchen
dianggap klub yang memonopoli Bundesliga, karena tidak dapat di saingi oleh
klub Bundeliga lainnya, kalau begini sih mlebih baik Muenchen pindah liga
sajalah ke klub liga Inggris yang dianggap kompetitif daripada Bundesliga yang
dianggap kurang kompetitif dan cenderung membosankan. Nah dalam tulisan saya
inilah saya akan mengulas sedikit klub yang merupakan klub pecahan dari TSV Muenchen
1879 tersebut.
1.
Sejarah Klub
Sejarah
panjang Muenchen berawal pada tahun 1900-an, ketika sebanyak 11 pemain asal MTV
Muenchen 1879 memutuskan keluar dan membentuk klub sendiri. Di bawah pimpinan
Franz John FC Bayern Muenchen didirikan
, dalam beberapa bulan saja Der FCB saja sudah mampu mengungguli semua
rival local dan mencapai semifinal South German Championship (dasar klub mental juara hehehe) di musim
1900-1901.
Pada musim
1910-1911, FCB bergabung dengan Kriesliga, yaitu liga local pertama Bavaria dan
memenangi musim pertama mereka di sana. Namun sayangnya, kemenangan itu menjadi
gelar terakhirnya hingga Perang Dunia I terjadi dan semua kegiatan
persepakbolaan Jerman harus di hentikan.
Beberapa
tahun setelah perang berakhir, Bayern Muenchen kembali memenangi beberapa
kompetisi regional. Pada 1926, mereka memenangi beberapa kompetisi untuk
pertama kalinya. Lalu mereka menang lagi 2 tahun kemudian, Bayern Muenchen
berhasil meraih gelar juara untuk pertama kalinya pada 1932, di bawah komando
Richard Kohn.
Pada saat
Jerman memasuki zaman Nazi, dari saat itulah terjadi berbagai banyak masalah
internal dalam klub, karena banyaknya pimpinan, pelatih, dan pemain Muenchen
yang di tangkap oleh tentara Jerman, karena berdarah Yahudi. Setelah perang usai, Bayern pun bergabung
dengan Oberliga Sud, dan mengalami pasang-surut, bayangkan saja pernah
mengalami degradasi dan memenangi DFB-Pokal untuk pertama kalinya pada tahun
1956, dan terus seperti itu hingga sekarang.
2.
Membajak Pemain Klub
Lain
Walaupun
Bayern Muenchen mengharumkan nama Jerman pada liga antar klub Eropa, namun
hingga saat ini banyak masyarakat Jerman membenci klub yang berjuluk Die Roten tersebut (lah kok bisa?). Alasan
yang kuat adalah Bayern selalu mengambil pemain andalan dari klub sesama
Bundesliga lainnya, sehingga klub yang menjadi saingan terkuat Bayern Muenchen
tersebut menjadi tidak mempunyai pemain andalan lagi, sehingga klub tersebut
menjadi loyo dan tidak mampu lagi mengarungi kompetisi dan tidak lagi menjadi
saingan utama klub Bayern Muenchen.
Memang sih
kalau fakta itu berbicara, jangan di lihat dari jauh contohnya klub Borussia
Dortmund yang di musim 2010-2011 merupakan klub yang sangat sulit di kalahkan
oleh Bayern Muenchen kini menjadi klub loyo di liga domestic yang saat ini
bertengger di peringkat ke-16 dalam klasemen sementara Bundesliga di musim
2014-2015. Banyak orang berpendapat dan menyalahkan bahwa Munchen-lah yang
menjadi penyebab loyonya klub asal kota Dortmund tersebut. Memang kita lihat
pemain andalan Dortmund seperti : Mario Goetze dan Robert Lewandownski hjrah ke
klub rival dan membuat pemain tersebut meninggalkan lubang yang sangat besar di
set position skuad Dortmund (lubang yang
besar juga di hati fans Dortmund dan Jurgen Klopp).
Di musim 2013-2014 Muenchen
membeli Mario Goetze dengan mahar 31 Juta Euro dan Robert Lewandownski di musim
2014-2015 dengan mahar 12 Juta Euro dan menurut kabar yang beredar juga di
transfer musim dingin Januari nanti pemain andalan Dortmund lainnya yaitu Marco
Reus akan segera berlabuh ke klub Rival dan jelas akan membuat Dortmund menjadi
hancur secara perlahan.
Memang hal
ini pun tidak dilarang oleh pihak UEFA dan FIFA, karena dianggap wajar suatu
klub mendatangkan pemain baru di setiap musimnya sekalipun pemain tersebut berasal
dari klub rival ataupun klub yang berseberangan dengan klub tersebut. Lagipula
menurut orang awam yang membuat suatu klub berjaya yaitu semangat, tanpa
semangat suatu klub tentu akan terus berjalan di tempat dan tidak dapat maju
sebab semangat, tekad dan kerja keras-lah kunci sebuah kesuksesan.
3.
Kesimpulan
Well, memang kalau kita telisik lebih
dekat Muenchen bisa di bilang klub yang bertabur bintang dan uang banyak orang
yang bercakap bahwa uang merubah sesuatu hal menjadi mungkin. Sama seperti
Manchester City yang menjadi klub yang di perhitungkan setelah bertabur banyak
uang dan menghasilkan 2 gelar liga Inggris. Begitu pula di Jerman ketika uang
berbicara maka sesuatu hal bisa menjadi mungkin, kalau dibiarkan terus begini
maka Bundesliga akan menjadi klub yang membosankan dan terancam dalam segi
financial, diantaranya adalah pihak sponsor akan menyetop bantuan dalam bentuk
dana ke klub Bundesliga karena dianggap sudah sepi peminat.
Walaupun begitu
memang Jerman merupakan liga yang kurang kompetitif namun timnas mereka mampu
menyabet jawara Piala Dunia 2014, berbeda dengan Inggris yang memiliki liga
paling kompetitif, namun berbeda terbalik dengan timnas mereka yang tersingkir
di fase grup Piala Dunia 2014 dan hampir sejak jawara Piala Dunia 1966 Inggris
jarang mengangkat tropi Piala Dunia. Yaahh begitulah kawan inilah kehidupan
cukup adil bukan? Kalau menurut pepatah orang awam “bagaikan Langit dan Bumi”
(kalau menurut saya sih “bagaikan Langit dan Dasar sumur”. *dalem banget dong, wkwkwkwwk).
Ya sudahlah
kawan itu saja cerita yang saya ingin sampaikan, nanti kapan-kapan saya akan
bercerita lagi entah cerita dari kehidupan saya sendiri ataupun orang lain
hehe. Kalau perlu nanti saya angkat yak tulisan-tulisan saya dalam bentuk novel
(yaelah mimpinya terlalu tinggi, wkwkwkwk
:D).
